Selanjutnya terdapat Jawa Timur dengan 27 kasus dan Kalimantan Selatan sebanyak 22 kasus. Kemudian Sumatera Utara mencatat 14 kasus, DI Yogyakarta 13 kasus, serta Sulawesi Selatan dan Jawa Barat masing-masing 12 kasus.
Kemenkes mencatat secara kumulatif terdapat 184 kasus Subclade K sepanjang 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026.
Khusus pada 2026 hingga minggu ke-36, terdapat 22 kasus yang tersebar di enam provinsi. DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Papua Selatan menjadi wilayah dengan catatan kasus terbanyak pada periode tersebut.
Data Kemenkes menunjukkan anak-anak menjadi kelompok yang cukup banyak ditemukan dalam kasus Subclade K.
Dari seluruh kasus yang tercatat sejak 2025 hingga minggu ke-36 2026, kelompok usia 0-4 tahun menyumbang 38 persen kasus. Kemudian kelompok usia 5-9 tahun mencapai 23,4 persen dan usia 10-17 tahun sebesar 21,2 persen.