Ingin Gugat PKPU Larangan Koruptor Nyaleg? MA Ingatkan Prosedur Ini

Aditya Pratama
Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Abdullah memberikan keterangan pers di Gedung MA, Jakarta, Jumat (6/7/2018). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Mahkamah Agung (MA) mempersilakan pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 untuk mengajukan gugatan uji materi. Sepanjang sesuai prosedur, MA akan menyidangkan perkara tersebut.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah menuturkan, pada prinsipnya siapa pun boleh mengajukan gugatan uji materi.

"Selama aturan itu di bawah undang-undang, maka menjadi kewenangan MA. Silakan mengajukan, siapa pun yang merasa tidak terakomodir kepentingannya di dalam ketentuan pasal-pasal itu dengan mekanisme uji materi," kata Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Dia menerangkan, permohonan pengujian dilakukan oleh MA paling lama 14 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan.

Bila permohonan diajukan, MA akan memberikan waktu pada 14 hari kerja itu untuk melengkapi lampiran-lampiran yang dibutuhkan. Bila sudah lengkap, akan ditunjuk ke majelis hakim. "Karena uji materi ini waktunya singkat, cuma 14 hari kerja dan harus putus," kata dia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
5 hari lalu

MK Diminta Terima Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Aktivis Temukan Kejanggalan Baru PKPU

7 hari lalu

Bela Gibran, Ade Armando Sebut Aturan Pengecualian Bukti Lulus SMA di Pilpres Tak Janggal

7 hari lalu

KPU Sebut Gugatan Syarat Ijazah Gibran Terlambat 905 Hari, Minta MK Tolak

8 hari lalu

KPU Klaim Gugatan Syarat Ijazah Gibran Masuk Ranah Pemakzulan, Ada Mekanisme Tersendiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal