"Ganjar menyatakan kesamaan kekhawatiran antara dirinya dan Pak Mahfud terhadap kondisi negara yang kurang memiliki integritas. Menurutnya, korupsi merajalela di berbagai sektor, dengan pengusaha yang telah membayar pajak tetapi terus dikejar-kejar, serta kesulitan dalam perizinan dan masalah lainnya. Hal ini menyulitkan kemajuan negara," ujar Ganjar Pranowo.
Oleh karena itu, Ganjar menambahkan bahwa fokus utama mereka ketika dipercayakan oleh masyarakat Indonesia adalah menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Tindakan pertama yang akan diambil adalah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Ide reformasi ini masih menjadi tantangan besar hingga saat ini. Pengusaha-pengusaha mengalami kesulitan, terkait dengan pungutan liar dan korupsi. Oleh karena itu, tindakan tegas diperlukan, selain upaya terus menerus untuk meningkatkan sistem dan memberikan edukasi," jelasnya.
Ganjar juga menjelaskan bahwa jika tindakan tegas dilakukan terhadap korupsi, perizinan dipermudah, pajak dikelola dengan transparan menggunakan sistem digital, maka peluang terjadinya kebocoran anggaran negara bisa diminimalisir. Akibatnya, anggaran dapat digandakan untuk kepentingan kemakmuran rakyat.
Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut mengungkapkan bahwa telah banyak berdiskusi dengan calon wakil presidennya, Mahfud MD, mengenai hal ini. Ganjar meyakinkan bahwa mereka berdua memiliki pandangan serupa terkait isu penting tersebut.
“Kami bersepakat dalam upaya membangun integritas. Perlunya penegakan hukum yang lebih tegas untuk menyusun sistem yang lebih teratur. Dengan demikian, sektor usaha akan tumbuh secara alami karena mereka akan menerima layanan terbaik," ungkapnya.