JAKARTA, iNews.id - Insiden Kereta anjlok kembali terjadi dan menimbulkan gangguan besar bagi layanan transportasi publik. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua insiden menonjol terjadi: anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegadenbaru, Subang pada 1 Agustus 2025 dan anjloknya rangkaian KRL Commuter Line rute Jakarta Kota–Bogor pada 5 Agustus 2025. Kedua insiden tersebut berdampak pada ribuan penumpang dan memicu pembatalan serta pengalihan perjalanan kereta.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya keselamatan dalam perjalanan kereta api sebagai fondasi utama layanan transportasi massal. Kereta api merupakan pilihan favorit masyarakat karena kenyamanan, kecepatan, dan keterjangkauannya.
Namun, bila aspek keselamatan terabaikan, maka kepercayaan publik bisa runtuh. Kejadian beruntun ini menjadi pengingat bahwa perawatan sarana dan prasarana serta evaluasi menyeluruh harus terus dilakukan demi menjamin keamanan penumpang.
KA Argo Bromo Anggrek anjlok pada 1 Agustus 2025 pukul 06.03 WIB di Stasiun Pegadenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peristiwa ini mengganggu dua jalur utama (hulu dan hilir), menyebabkan 80 perjalanan kereta terganggu—dengan 42 di antaranya dialihkan melalui jalur memutar dan 22.664 tiket dibatalkan.
Anne Purba, VP Public Relations PT KAI menyatakan semua tim dikerahkan untuk segera bisa mengatasi kendala tersebut. “Kolaborasi dari semua tim, baik teknisi, manajemen, dan para stakeholder terkait, kami berhasil mengembalikan jalur ini ke kondisi aman,” kata Anne.