Jokowi Diduga Terkena Sindrom Stevens Johnson: Penyakit Kulit Langka, Apa Berbahaya? 

Diana Rafikasari
Sindrom Stevens Johnson menggegerkan publik setelah mantan Presiden Joko Widodo diduga menunjukkan ciri khas penyakit langka ini. (Foto: Foto/TikTok @negeriku_62)

JAKARTA, iNews.id - Sindrom Stevens Johnson menggegerkan publik setelah mantan Presiden Joko Widodo diduga menunjukkan ciri khas penyakit langka ini. Meski belum terkonfirmasi resmi, perubahan dramatis pada kulit wajahnya membuat warganet bertanya-tanya soal bahaya Sindrom Stevens Johnson.

Gangguan kulit berujung fatal ini bisa merusak jaringan luar hingga organ dalam, menjadikannya momok menakutkan bagi siapa pun. Sebenarnya apa Sindrom Stevens Johnson? 

Dilansir dari Web MD, Kamis (5/6/2025), Sindrom Stevens Johnson adalah reaksi ekstrem tubuh, biasanya dipicu obat tertentu atau infeksi, yang menyebabkan kulit melepuh lalu mengelupas. Pada fase awal, penderita demam, batuk, dan nyeri otot sebelum lepuhan menyebar ke mulut, mata, dan saluran kemih. Jika tidak segera ditangani medis, risiko kerusakan permanen dan kematian meningkat drastis.

Perbedaan dengan Toxic Epidermal Necrolysis

Dokter kerap membandingkan Sindrom Stevens Johnson dengan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) karena gejalanya serupa. Perbedaannya terletak pada luas area kulit terkelupas: SJS di bawah 10 persen, sedangkan TEN bisa melampaui 30 %. Akibatnya, mortalitas TEN menyentuh 25 persen, sedangkan SJS berkisar 1-5 persen.

Gejala yang Wajib Diwaspadai:

– Demam mendadak di atas 38 °C. 

– Lepuh menyakitkan di kulit dan selaput lendir 

– Mata merah dan berair hingga sukar menatap cahaya 

– Kesulitan menelan karena luka di tenggorokan 

– Buang air kecil perih akibat inflamasi saluran kemih

Komplikasi Jangka Panjang

Walau kulit biasanya mulai pulih dalam dua hingga tiga minggu, efek residual kerap membayangi penderita. Kulit dapat menjadi kering, gatal, bahkan kehilangan pigmen alami. Beberapa pasien melaporkan rambut rontok, kuku tumbuh abnormal, hingga kelainan paru seperti PPOK.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi di PTUN Dicabut, Ini Alasannya

7 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

8 hari lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

9 hari lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal