Jokowi Diduga Terkena Sindrom Stevens Johnson: Penyakit Kulit Langka, Apa Berbahaya? 

Diana Rafikasari
Sindrom Stevens Johnson menggegerkan publik setelah mantan Presiden Joko Widodo diduga menunjukkan ciri khas penyakit langka ini. (Foto: Foto/TikTok @negeriku_62)

Faktor Genetik dan Populasi Berisiko

Studi terkini menunjukkan varian gen HLA-B*1502 pada populasi Asia Tenggara meningkatkan kerentanan terhadap Sindrom Stevens Johnson ketika terpapar carbamazepine. Tes genetik sederhana bisa menekan risiko sebelum terapi obat dimulai. Sebab itu, dokter menyarankan skrining terlebih dulu pada pasien epilepsi atau gangguan saraf lain.

Langkah Cepat Penanganan

Pertolongan pertama adalah menghentikan obat pemicu dan merawat pasien di unit luka bakar atau ICU khusus kulit. Terapi cairan, pengendali nyeri, serta kortikosteroid dosis terkendali sering diberikan demi menekan inflamasi. Setelah pulang, pasien wajib memakai gelang medis agar tenaga kesehatan tak keliru meresepkan obat pencetus di masa depan. 

Pencegahan agar Tak Terulang

Menghindari obat penyebab, menjaga kebersihan kulit, dan rutin konsultasi dokter adalah kunci utama. Bagi masyarakat umum, mengenali gejala dini dan tidak sembarang mengonsumsi antibiotik sangat krusial. Apalagi, Sindrom Stevens Johnson bisa berkembang cepat hanya dalam hitungan jam.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
6 hari lalu

Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi di PTUN Dicabut, Ini Alasannya

9 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

10 hari lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

11 hari lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal