“Jadi orang pingin tahu pemimpinnya gimana. Dengan gak hadirnya Prabowo menunjukkan bahwa beliau tidak lagi pede (percaya diri), sehingga menyerahkannya ke Sandi,” tutur Arya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kembali melontarkan kritik kepada Prabowo Subianto melalui media sosial Twitter. Arief menilai Prabowo kurang serius dalam mengikuti kompetisi Pilpres 2019.
“Ini otokritik: kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi presiden itu @sandiuno (Sandiaga Uno) atau Pak Prabowo ya? Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi presiden,” ungkap Arief lewat cuitan di akun Twitter-nya, @AndiArief__, Jumat (12/10/2018).