Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Tim iNews.id
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)

Sebaliknya, beliau sedang merefleksikan psikologi konflik horizontal, yakni ketika individu-individu yang bertikai sama-sama merasa tindakan mereka dibenarkan oleh keyakinan yang dipahami secara keliru. Dengan kata lain, yang disorot adalah mentalitas para pihak yang berkonflik, bukan ajaran Islam maupun Kristen.

Membaca pernyataan itu tanpa konteks sejarah sama saja dengan memotong pesan perdamaian menjadi bahan polemik.

Padahal rekam jejak Jusuf Kalla justru menunjukkan kebalikannya. Beliau adalah salah satu arsitek perdamaian nasional yang paling nyata dalam sejarah Indonesia modern.

Dalam konflik Poso, beliau memimpin proses yang melahirkan Deklarasi Malino I tahun 2001, yang mempertemukan pihak Muslim dan Kristen untuk menghentikan pertumpahan darah.

Setahun kemudian, melalui Malino II tahun 2002, konflik Ambon yang menelan ribuan korban juga berhasil diarahkan menuju rekonsiliasi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
3 jam lalu

Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?

4 jam lalu

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Teheran Tolak Berunding di Tengah Saling Serang

7 jam lalu

Iran Tegaskan Siap Perang Habis-habisan Lawan AS, tapi...

7 jam lalu

AS Gempur Iran Habis-habisan, Garda Revolusi Tembak Jatuh Drone MQ-9

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal