Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Tim iNews.id
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)

Menyamakan refleksi sosiologis ini dengan ajaran resmi agama adalah framing yang keliru.

Di era digital, bahaya terbesar bukan hanya hoaks, tetapi juga pemotongan konteks. Satu kalimat yang diambil dari keseluruhan pidato dapat mengubah seorang tokoh perdamaian menjadi seolah-olah provokator. 

Padahal sejarah berbicara sebaliknya. Jusuf Kalla adalah simbol rekonsiliasi nasional. Tidak mungkin beliau bermaksud menstigma agama lain.

Justru pesan yang harus kita tangkap adalah bahwa perang, pembunuhan, dan kekerasan atas nama identitas tidak pernah benar, baik dalam Islam maupun Kristen.

Yang salah adalah manusia yang menyalahgunakan agama untuk membenarkan kebencian. Dan itulah yang dahulu berhasil dihentikan oleh Pak JK melalui jalan dialog, bukan permusuhan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Netanyahu Mungkin Serang Iran atau Gaza sebelum Pemilu Israel 27 Oktober

2 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

3 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

3 hari lalu

Kilang Minyak Diserang Iran-Houthi, Arab Saudi Tetap Pasok Energi Tanpa Putus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal