Menurut Ara, jumlah rumah yang diperbaiki tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah hanya membedah sekitar 200 rumah di Jakarta.
"Jadi ada 10.300 yang diperbaiki dan direnovasi rumahnya. Dari tidak layak huni menjadi layak huni. Tahun lalu ada 200, tahun ini naik kira-kira 50 kali lipat menjadi 10.300," ucapnya.
Ara berharap program tersebut dapat membantu mengurangi kawasan kumuh di Jakarta sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Semoga warga Jakarta rumahnya tidak ada lagi yang kumuh, ya, dengan bantuan dari Presiden Prabowo," katanya.