Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026. Selanjutnya, seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.
Setelah rangkaian kembali beroperasi, KAI terus memantau kinerjanya dan mencatat temuan teknis untuk ditindaklanjuti bersama INKA. Pemantauan ini dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek.
“Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan,” ungkapnya.
Anne memaparkan, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 255.520.949 pelanggan.
Saat terjadi gangguan, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta meminimalkan dampak terhadap penumpang.