"Kalau kita impor baru, nantinya produksi kereta dalam negeri akan terganggu. Kalau bekas ini hanya untuk transisi," kata dia.
Adapun, 23 rangkaian KRL yang akan diimpor terdiri atas tujuh trainset SF-12 dan 16 trainset SF-8. Pengadaan tersebut ditujukan untuk menggantikan sejumlah KRL yang telah berusia lebih dari 40 tahun.
"Kami usulkan untuk kereta yang tidak baru ini tujuh Trainset dengan SF-12 ditambah 16 Trainset dengan SF-8. Kenapa kami bedakan SF-nya? Karena masih ada peron-peron di stasiun kita yang tidak siap dengan 12 gerbong," ucapnya.
Bobby mengatakan, KRL bekas dari Jepang tersebut direncanakan dapat digunakan selama 10 tahun ke depan. Periode tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kapasitas produksi perkeretaapian di dalam negeri.
"Rencana akan kita pakai 10 tahun dan ini segera kita lakukan karena sudah banyak komplain (dari pengguna jasa)," tuturnya.