Sementara itu, Komisi VI DPR menyetujui rencana KAI mengimpor rangkaian KRL bekas dari Jepang. Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade memberi catatan pengadaan tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan industri perkeretaapian dalam negeri.
"Pengadaan sarana bukan baru ini, sebagai solusi transisi," ucap Andre saat membacakan kesimpulan RDP dengan Direksi KAI.
Selain itu, Komisi VI DPR juga meminta KAI terus memperkuat sinergi dengan PT Industri Kereta Api atau INKA, termasuk meningkatkan technology readiness level dan manufacturing readiness level INKA ke level yang sesuai.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas, kualitas, teknologi, serta daya saing industri perkeretaapian nasional.
"Baik dalam kapasitas, kualitas, teknologi, dan daya saing industri nasional," tuturnya.