Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua DPD Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Tim MNC Portal
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. DPD).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta menunda rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Saat ini lonjakan kasus Covid-19 sangat tinggi, bahkan banyak anak-anak yang terpapar virus tersebut.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan, persentase anak-anak yang terinfeksi Covid-19 mencapai 12,5 persen. KPAI juga menyebut ketiadaan ruang ICU pasien usia anak mengakibatkan banyak anak meninggal akibat Covid-19. Akibatnya, angka kematian anak karena Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia.

“Melihat dari data tersebut, saya sebagai Ketua DPD meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ristek, untuk menunda rencana sekolah tatap muka,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Dia juga meminta pemerintah mempertimbangkan rencana sekolah tatap muka yang akan dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan karena risiko terpaparnya anak dari Covid-19 masih sangat besar. Apalagi, anak-anak masih sulit menerapkan protokol kesehatan seperti orang dewasa.

“Satgas Covid-19 menyatakan data per 10 Juni 2021, tren kasus pada anak cukup tinggi. Padahal kita tahu saat ini sebagian besar anak masih melakukan sekolah jarak jauh dari rumah tetapi ternyata kasus pada anak juga cukup tinggi,” tuturnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
6 hari lalu

DPD Juluki Jokowi Bapak Infrastruktur, Ini Penjelasannya

7 hari lalu

Wakil Ketua DPD Soroti Pembangunan Nasional: Tak Boleh Tinggalkan Daerah

7 hari lalu

Komeng soal MBG: Programnya Bagus, Cuma yang Kerja Nggak Bener

7 hari lalu

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Digelar Hari Ini, Berikut Susunan Acaranya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal