Di balik kewajiban mencantumkan batas waktu konsumsi, ada makanan yang harus tetap aman ketika dibuka. Di balik pemeriksaan dapur, ada orang tua yang menitipkan kepercayaan. Di balik pengembalian uang rakyat, ada hak masyarakat yang harus dijaga.
Pembenahan juga berarti bersedia mengecewakan mereka yang selama ini diuntungkan oleh keadaan yang salah. Di situ ketegasan seorang pemimpin diuji. Ia harus bertahan ketika keputusan yang benar membuatnya kehilangan kenyamanan, bahkan dukungan.
Saya tentu tidak pulang dengan keyakinan bahwa semua persoalan telah selesai. Seratus hari terlalu singkat untuk menjamin perubahan ini akan bertahan. Paparan harus terus diuji oleh kenyataan di dapur, di sekolah, dan di meja makan anak-anak kita.
Tetapi pagi ini saya mendapatkan alasan untuk berharap.
Sulit mencari pejabat yang memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan. Lebih sulit lagi menemukan yang punya kekuatan untuk membenahinya.
Kesan itulah yang saya dapatkan dari Mas Sudaryono pagi ini.
Semoga keberanian itu bertahan. Sebab, di luar ruang paparan, ada anak-anak yang menunggu makan siang. Mereka berhak menerima makanan yang aman, bergizi, dan disiapkan dengan sepenuh tanggung jawab.
Kepada merekalah akhirnya seluruh pekerjaan ini harus dipertanggungjawabkan.
Catatan Dirgayuza, 29 Oktober 2026.