Keberanian untuk Mengakui, Kekuatan untuk Memperbaiki

Tim iNews
Dirgayuza Setiawan mengapresiasi 100 hari kerja Sudaryono memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Ist)

MBG adalah program yang mulia. Saya tetap percaya itu.

Ada sesuatu yang sangat mendasar dalam keinginan agar anak-anak Indonesia bisa makan dengan layak. Agar seorang anak dapat mengikuti pelajaran tanpa harus menahan lapar. Agar keadaan ekonomi keluarganya tidak menentukan seluruh kesempatan dalam hidupnya.

Namun, justru karena tujuannya begitu mulia, kita harus sanggup mengatakan dengan jujur: program ini sempat tidak dikelola dengan baik.

Kemuliaan tujuan memperbesar tanggung jawab pelaksanaannya. Setiap rupiah yang bocor mengurangi hak seseorang. Setiap kelalaian di dapur bisa sampai ke tubuh seorang anak.

Di antara semua halaman paparan itu, ada satu kalimat yang paling lama tinggal dalam pikiran saya: “Satu anak pun masih terlalu banyak.”

Saya berhenti pada kalimat itu.

Bagi sebuah lembaga, korban bisa tercatat sebagai angka dalam laporan. Bagi ayah dan ibunya, anak itu adalah seluruh dunia. Ia adalah seseorang yang pagi tadi dilepas ke sekolah dengan kepercayaan bahwa orang-orang dewasa akan menjaganya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
13 jam lalu

100 Hari Pimpin BGN, Sudaryono Tutup Permanen 2.000 Dapur MBG Tak Penuhi Syarat

7 hari lalu

BGN Libatkan Posyandu Awasi Proses Memasak hingga Distribusi MBG

13 hari lalu

BGN Uji Coba Sistem Prasmanan di Program MBG, Siswa Boleh Tambah Makanan

15 hari lalu

BGN kembali Buka Hampir 1.000 Dapur MBG di Wilayah Terluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal