Bayangkan kecemasan ketika kabar yang datang justru mengatakan anak mereka sakit setelah makan.
Kepercayaan yang terluka seperti itu membutuhkan lebih dari penjelasan. Ia membutuhkan perubahan yang bisa dirasakan.
Mengakui kesalahan baru separuh perjalanan. Separuh berikutnya menuntut kekuatan yang mungkin lebih besar: memperbaikinya.
Menghentikan pengadaan bermasalah. Menertibkan dapur. Memverifikasi data dan mencoret yang fiktif. Menahan pencairan dana ketika pertanggungjawaban belum disampaikan. Memperketat keamanan pangan. Membuka pintu bagi pengaduan masyarakat.
Langkah-langkah itu terdengar administratif. Namun, di ujung setiap prosedur ada seorang anak yang harus dilindungi.