“Kita sudah kirim di bulan Januari itu untuk Aceh saja Rp1,279 triliun. Jadi mereka cukup cash untuk geraklah kalau mau,” katanya.
Meski demikian, Purbaya mengakui masih terdapat kendala lain yang menghambat realisasi belanja daerah, terutama terkait administrasi.
“Tapi sepertinya kendalanya bukan cash saja, seperti administrasi yang tadi membuat mereka lambat juga. Jadi enggak masalah itu untuk cash. Jadi sekarang setiap bulan atau setiap awal bulan kita kirim ke daerahnya langsung tanpa permohonan,” ujarnya.
“Kita kirim sesuai dengan data setahun sebelumnya, dari situ kita prediksi. Jadi mereka enggak akan ada kekurangan dana untuk itu,” imbuhnya.
Dia meminta pemerintah daerah tidak ragu menggunakan anggaran yang telah ditransfer, mengingat dana tersebut memang disiapkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Jadi dana bukan kendala, Anda pakai saja,” tutur Purbaya.