Kemendikbud Ristek Cabut Buku Panduan Sastra dari Peredaran, Ini Alasannya

Widya Michella Nur Syahid
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo (Foto: Widya Michella)

Buku itu dibuat melalui berbagai tahapan. Pertama, pihaknya meminta bantuan tim kurator yang terdiri dari para sastrawan, para guru dan akademisi yang punya rekam jejak dan kepedulian terkait dengan pemanfaatan karya sastra. 

"Mereka kami minta tolong untuk merekomendasikan buku-buku sastra yang memang sudah beredar di Indonesia, karya penulis-penulis di Indonesia, yang sekiranya cocok menjadi bahan ajar bagi murid perjenjang SD, SMP, dan SMA," ucapnya. 

Kemudian setelah ada usulan daftar karya ke tiap jenjang, Kemendikbud Ristek meminta ada tim guru yang mengkaji buku-buku tersebut untuk mencocokkan ke masing-masing jenjang. 

"Jadi ini tim terpisah ya, tim terpisah yang terdiri dari para guru untuk mereview usulan karya sastra, hasil kerja para kurator tadi.
Tim reviewer ini juga diminta untuk menyusun buku panduan karena tidak semua karya itu cocok untuk semua usia," katanya. 

Buku panduan tersebut bertujuan untuk membantu guru untuk memilih dan memilah dari ratusan judul karya sastra yang direkomendasikan.  

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
2 bulan lalu

OJK Beri Kebijakan Khusus untuk Debitur Korban Bencana Banjir Sumatra 

Muslim
2 bulan lalu

Majelis Masyayikh Serahkan Dokumen Mutu ke 92 Pesantren, Perkuat Akuntabilitas Pendidikan

Nasional
2 bulan lalu

Kemensos bakal Beri Santunan untuk Korban Meninggal dan Luka Berat Banjir Sumatra, Segini Besarannya

Nasional
2 bulan lalu

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Sumatera Dapat Santunan Rp15 Juta, Luka Rp5 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal