“Jadi riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices-practices dari prosedur-prosedur yang ter-record di rekam medis elektronik ini,” ucapnya.
Budi menilai penerapan RME dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara nasional. Menurut dia, semakin banyak data kesehatan yang terintegrasi, semakin besar peluang pemerintah dan tenaga kesehatan menemukan cara untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Sehingga dengan demikian seluruh layanan kesehatan kita secara nasional bisa kita upgrade bersama-sama. Dengan adanya data yang banyak ini, keempat hal itu bisa terjadi,” katanya.
Berpotensi Terintegrasi dengan AI
Ke depan, RME yang terintegrasi dalam SatuSehat juga berpotensi dikembangkan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Budi menyebut AI nantinya dapat membantu memberikan rekomendasi kepada pasien terkait fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kondisi atau penyakit yang dialami.
“Jadi tujuan utama dari sistem Satu Sehat ini adalah supaya si pasien tahu at any time kondisi kesehatan dia apa. Syukur-syukur nanti kalau ini disambung sama AI bisa kasih rekomendasi. Kalau gini ketemu dokter paru, kalau gini cek ke Puskesmas saja, kalau gini ya beli obat batuk. Siapa tahu nanti kedepannya bisa sampai ke sana. Tapi tujuan utamanya tuh seperti itu,” ujarnya.