Kemenkes Tetapkan KLB, Indonesia Risiko Tinggi Penyebaran Virus Polio

Kevi Laras Wana
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu. (Foto Antara).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan kejadian luar biasa (KLB) kasus virus polio di Indonesia. Kasus polio di Aceh menjadi temuan pertama sejak Indonesia dinyatakan bebas pada 2014 silam.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan Indonesia berisiko tinggi untuk penyebaran virus polio.

"Kalau kita lihat pada 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota semua masuk kriteria tinggi, high risk, cakupan vaksinasi polio rendah semua. Jadi kini ke Indonesia high risk untuk terjadinya KLB (kejadian luar biasa) polio," ujar Maxi di Jakarta, Sabtu (19/11/2022).

Maxi memaparkan pemberian imunisasi polio di Indonesia saat ini menggunakan itu jenis polio tetes BOPV, atau bivalent oral polio vaccine. Vaksin tersebut untuk mencegah virus polio tipe 1 dan 2, yang diberikan selama jangka waktu empat kali per empat bulan melalui oral.

Kemudian pemberian vaksin dikombinasikan dengan Inactive Polio Vaccine (IPV) dalam sediaan injeksi, serta nanti ada booster juga di usia 9 bulan bersamaan dengan pemberian vaksin campak atau rubella.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
24 jam lalu

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, ISPU Sejumlah Daerah Masuk Kategori Berbahaya

24 jam lalu

75.172 Balita Kena ISPA akibat Karhutla, Ini Imbauan Kemenkes

1 hari lalu

Update! 333.470 Kasus ISPA akibat Karhutla, 75.172 Menyerang Balita

6 hari lalu

Kemenkes Kirim 500.000 Masker hingga Tambah Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal