Dante menyebut salah satu bakteri yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah Streptococcus beta-hemolyticus Grup A. Bakteri tersebut disebut dapat memicu kelainan pada katup jantung yang dikenal sebagai penyakit jantung rematik.
"Ada namanya kuman Streptococcus beta-hemolyticus Grup A. Ini yang ada di gigi yang berlubang yang bisa menyebabkan kelainan katup di jantung, namanya penyakit jantung rematik," katanya.
Dia menambahkan, penyakit jantung rematik yang terjadi sejak usia dini dapat berdampak terhadap kualitas hidup dan kesehatan anak dalam jangka panjang.
Karena itu, Kemenkes mendorong langkah preventif dan promotif untuk menekan kasus gigi berlubang pada anak. Salah satu upaya utama dilakukan dengan membiasakan anak menyikat gigi secara benar dan pada waktu yang tepat.
"Preventifnya gimana? Supaya email giginya enggak rusak, lapisan giginya nggak rusak, mereka harus menyikat gigi yang benar. Kemudian yang kedua, waktu menyikat gigi juga harus benar. Itu biasanya kita anjurkan sesudah sarapan dan sebelum tidur, supaya giginya bersih, tidak tersisa makanan," ujarnya.