JAKARTA, iNews.id - Bencana banjir bandang di Provinsi Aceh mengakibatkan 16 titik jembatan putus, 362 titik longsor, dan 37 titik banjir di ruas jalan nasional. Hingga saat ini seluruh ruas telah ditangani dan telah kembali fungsional.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan penanganan permanen secara bertahap pada 7 jembatan dan 28 titik longsor di ruas jalan nasional yang terdampak banjir bandang di Aceh.
Dari 7 lokasi jembatan yang akan ditangani, 6 jembatan saat ini telah difungsionalkan melalui penanganan darurat, termasuk pemasangan jembatan bailey sembari dipersiapkan konstruksi permanen dengan pengerjaan ditargetkan mulai paling lambat Januari 2026.
Sementara itu, 1 lokasi jembatan terputus yaitu Jembatan Pantai Dona yang saat ini telah dimulai penanganan permanen dengan diawali pembongkaran jembatan eksisting.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah memprioritaskan keterjagaan akses logistik agar kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terhambat akibat bencana.
"Dalam 50 hari pertama, fokus utama kami adalah memastikan tidak ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolasi. Memang saat ini masih terdapat beberapa desa dan kecamatan yang aksesnya terbatas, dan itu menjadi sasaran penanganan lanjutan kami. Tim di lapangan terus bekerja tanpa henti bersama TNI dan Polri," ujar Dody dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Jembatan pertama yang akan dikerjakan adalah Jembatan Krueng Tingkeum yang berada pada ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara. Ruas ini telah kembali terhubung dan fungsional sejak 27 Desember 2025 melalui jembatan bailey dengan kapasitas 30 ton, serta dukungan jalur alternatif Bailey di Awe Geutah.
Untuk meningkatkan keandalan jangka panjang, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyiapkan penanganan permanen berupa duplikasi jembatan yang akan dimulai pemancangan pertama pada 20 Januari 2026.