Kepala BNPB Doni Monardo. (Foto: Istimewa)
Fahreza Rizky

JAKARTA, iNews.id- Korban jiwa bencana banjir bandang di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Kepala BNPB Doni Monardo menuju lokasi banjir bandang di Flores Timur malam ini. 

Hal itu disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Muhadjir menyebut penanganan bencana banjir bandang harus melibatkan pemerintah pusat.

"Kalau dilihat jumlah korban musibah bencana ini perlu penanganannya melibatkan pemerintah pusat. Malam ini, kepala BNPB Letjen Doni Monardo beserta tim sudah menuju lokasi bencana," ungkap Muhadjir saat dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (4/4/2021) malam.

Muhadjir Effendy menyebutkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur bertambah. Dia menyebut kini total 50 orang meninggal dunia.

"Pak Doni barusan memberi tahu saya, korban meninggal ditemukan menjadi lima puluhan," kata Muhadjir.

Sebelumnya diberitakan, BPBD Flores Timur melaporkan data sementara ada 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang. BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya. 

Banjir bandang melanda empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Flotim, Nusa Tenggara Timur. Wilayah terdampak antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Di samping korban jiwa, banjir bandang berakibat pada 5 jembatan putus dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat. 

Berdasarkan laporan BPBD, insiden banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Banjir yang melanda beberapa wilayah di tiga kecamatan terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau Wita.


Editor : Ibnu Hariyanto

BERITA TERKAIT