Jika sistem otomatis adalah "autopilot", maka Fungsi PRIME (Production Reliability & Innovation Management) bertindak sebagai ATC (Air Traffic Control), dirigen yang mengorkestrasi operasi agar tetap berproduksi secara optimal.
Dipimpin oleh Senior Manager Desy Kurniawan, tim ini menjadi pusat syaraf (nerve center) dari seluruh operasi Zona Rokan dan penyelamatan produksi selama krisis berlangsung.
Desy menekankan bahwa keberhasilan mengelola operasi adalah hasil kolaborasi tanpa sekat fungsi vital di bawah komando IMT: PRIME, Productions & Operations (PO), Power Generation & Transmission (PGT) yang mengelola transmisi listrik, dan Hydrocarbon Transportation (HCT) yang mengelola aliran minyak di pipa pengiriman.
Mereka harus menghitung Loss of Production (LPO) setiap harinya, memantau status fasilitas, dan menyusun puzzle ketersediaan gas yang terbatas untuk hasil minyak yang maksimal. Menghindari Mimpi Buruk: Congeal & Overflow Kenapa Gathering Station (GS) dan sumur prioritas harus dijaga mati-matian? Jawabannya ada pada satu kata yang ditakuti setiap insinyur perminyakan: Titik Kritis (Criticality).
Minyak di Blok Rokan memiliki karakteristik unik yang mudah membeku (congeal) jika suhu turun. Jika aliran berhenti total, minyak di pipa akan mengeras seperti lilin. Selain itu, jika daya di Stasiun Pengumpul (Gathering Station) mati, risiko overflow (meluapnya fluida produksi) mengintai, yang bisa berakibat fatal bagi lingkungan dan keselamatan.