Ketua DPD Minta Presidential Threshold Dihapus : Faktanya Negeri Ini Tak Kekurangan Pemimpin

Felldy Aslya Utama
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Istimewa).

Selain itu, dia menjelaskan adanya presidential threshold partai politik yang memperoleh kursi kecil di DPR atau di bawah 20 persen, pasti tidak berdaya di hadapan partai politik besar, terkait keputusan tentang calon yang akan diusung. 

"Pilihannya hanya satu merapat atau bergabung," katanya.

Jawaban pertanyaan ketiga, menurut dia, sistem presidential threshold justru memperlemah demokrasi dan presidensiil. Karena partai politik besar dan gabungan parpol menjadi pendukung presiden terpilih. 

"Akibatnya yang terjadi adalah bagi-bagi kekuasaan dan partai politik melalui fraksi di DPR menjadi legitimator kebijakan pemerintah. Termasuk secepat kilat menyetujui apapun kebijakan pemerintah. Termasuk terhadap Perppu atau calon-calon pejabat negara yang dikehendaki pemerintah," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

MK Diminta Larang Keluarga Presiden-Wapres Ikut Pilpres, PDIP: Gugatannya Lemah

Nasional
8 hari lalu

2 Advokat Gugat UU Pemilu, Minta MK Larang Keluarga Presiden-Wapres Ikut Pilpres

Nasional
22 hari lalu

Bukan Cawapres, Golkar Sebut Bahlil Mau Jadi Caleg di Pemilu 2029

Nasional
1 bulan lalu

Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong DPR Percepat Revisi UU Pemilu demi Perkuat Demokrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal