Kiai Said Aqil Tegaskan Politik Identitas Hukumnya Haram dalam Alquran 

Widya Michella
Eks Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mencontohkan politik identitas terjadi dalam aksi 212. (Foto MPI).

Bahkan, kata dia, Nabi Muhammad sangat melarang umatnya untuk membunuh nonmuslim dengan mengatakan, barang siapa yang membunuh nonmuslim akan berhadapan dengannya. Barang siapa yang berhadapan dengannya, tidak akan masuk surga. 

"Jadi Nabi Muhammad bukan negara Islam, tapi negara Madinah. Negara yang masyarakatnya beragama, berbudaya dan sejahtera. Masyarakat madani, negaranya Madinah," katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak sepakat bila agama dijadikan sebagai alat politik. Ia menyebut bahwa percuma beragama tetapi hatinya dan perilakunya buruk. 

"Percuma beragama kalau tidak untuk kemanusiaan, percuma masjid mewah besar kalau kanan kirinya orang miskin. Percuma gereja bersalib emas kalau anak-anak kanan kirinya kurus kering kurang makan. Percuma vihara besar dan mewah kalau membiarkan orang disekitarnya hidup dengan sengsara," pungkasnya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
18 hari lalu

Asfinawati Soroti Kehadiran GRIB Jaya ke Lokasi Ricuh 27 Agustus, Singgung UU Ormas

23 hari lalu

Wamenko Kumham Imipas Ungkap Perubahan Besar di KUHP Baru, Apa saja?

28 hari lalu

Viral! Pria Kristen Menang Kompetisi Alquran, Hadiah Umrah Diberi ke Tetangga Muslim

1 bulan lalu

Newport Klarifikasi dan Minta Maaf Buntut Heboh Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal