Kisah Jenderal Polisi Tak Izinkan Anaknya Masuk Akabri, Alasannya Bikin Merinding

Rizal Bomantama
Mantan Kapolri Jenderal Pol Hoegeng Iman Santoso. (Foto: Istimewa)

Adit mungkin berpikir, jika ayahnya tinggal mengirimkan radiogram dari Mabes Polri untuk syarat pendaftaran Akabri. Setelah keluar dari Mabes Polri, dia baru menyadari pendaftaran sudah tutup dua hari lalu.

"Jadi beliau monitor sampai hari pendaftaran tutup, baru dia panggil saya," kenang Adit.

Adit pun kecewa dan marah. Bagaimana tidak? Cita-citanya ingin masuk Akabri tidak kesampaian hanya karena ayahnya tidak memberikan surat izin orang tua.

Saking emosinya, Aditya meluapkan kemarahannya kepada kuas-kuas milik Hoegeng yang digunakan untuk melukis. Tanpa pikir panjang semua kuas tersebut digunduli.

Ketika Hoegeng pulang bekerja, dia meminta pembantu untuk memanggil anaknya laki-lakinya itu. Namun, karena sudah terlanjur kesal dan marah Aditya menolak bertemu dengan bapaknya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kapolri Sapa Massa Buruh di Depan DPR, Sebut Pengesahan UU Ketenagakerjaan Kado Terindah

2 hari lalu

Dasco hingga Kapolri Temui Massa Buruh di Depan DPR, Lapor Telah Tuntaskan Janji

3 hari lalu

Polri Perkenalkan Tagline Baru Polisi Bersama Masyarakat, Tegaskan Pengabdian Berorientasi pada Rakyat

4 hari lalu

Irjen Totok yang Tangani Kasus Febrie Adriansyah Dimutasi Jadi Kapolda Sulbar, Irjen Arie Ardian Pimpin Kortas Tipikor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal