Kisah Jenderal TNI Ditolak Jadi KSAD, Diboikot Perwira hingga Dilantik dengan Musik Damkar

Tim iNews
Jenderal Kehormatan Bambang Utoyo (Foto: Dinas Sejarah TNI AD)

JAKARTA, iNews.id - Nama Bambang Utoyo pernah menjadi sorotan dalam konflik internal perwira TNI Angkatan Darat (AD) pada 1950-an. Dampak dari perselisihan yang disebut-sebut karena intervensi politik itu, KSAD Jenderal AH Nasution dicopot dari jabatannya.

Jabatan KSAD yang kosong kemudian diisi Kolonel Bambang Soegeng. Dia dipandang sebagai sosok netral yang diharapkan mampu meredakan pertentangan di tubuh TNI AD.

Namun, upaya Bambang Soegeng untuk menyatukan TNI AD tidak membuahkan hasil yang berarti. Dia akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Untuk sementara, posisi KSAD diisi Wakil KSAD Kolonel Zulkifli Lubis sebagai pejabat interim. Pemerintah kemudian menunjuk Panglima Tentara Teritorium II, Kolonel Bambang Utoyo, sebagai KSAD. Pangkatnya lalu dinaikkan menjadi Jenderal Mayor.

Keputusan pemerintah tersebut kembali memicu pro dan kontra di lingkungan TNI AD.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
12 jam lalu

Daftar Lengkap Reshuffle Kedelapan Kabinet Prabowo 15 Oktober 2026: 9 Pejabat Dilantik

12 jam lalu

KSAD Jenderal Tandyo Respons Isu Jadi Calon Panglima TNI: Domain Presiden

13 jam lalu

Harta Kekayaan KSAD Tandyo Budi Revita Rp6,8 Miliar, Punya 17 Bidang Tanah

14 jam lalu

Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Ini Rekam Jejak Jenderal Bintang Empat Lulusan Akmil 1991

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal