JAKARTA, iNews.id - Nama Bambang Utoyo pernah menjadi sorotan dalam konflik internal perwira TNI Angkatan Darat (AD) pada 1950-an. Dampak dari perselisihan yang disebut-sebut karena intervensi politik itu, KSAD Jenderal AH Nasution dicopot dari jabatannya.
Jabatan KSAD yang kosong kemudian diisi Kolonel Bambang Soegeng. Dia dipandang sebagai sosok netral yang diharapkan mampu meredakan pertentangan di tubuh TNI AD.
Namun, upaya Bambang Soegeng untuk menyatukan TNI AD tidak membuahkan hasil yang berarti. Dia akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Untuk sementara, posisi KSAD diisi Wakil KSAD Kolonel Zulkifli Lubis sebagai pejabat interim. Pemerintah kemudian menunjuk Panglima Tentara Teritorium II, Kolonel Bambang Utoyo, sebagai KSAD. Pangkatnya lalu dinaikkan menjadi Jenderal Mayor.
Keputusan pemerintah tersebut kembali memicu pro dan kontra di lingkungan TNI AD.