Kisah Jenderal TNI Ditolak Jadi KSAD, Diboikot Perwira hingga Dilantik dengan Musik Damkar

Tim iNews
Jenderal Kehormatan Bambang Utoyo (Foto: Dinas Sejarah TNI AD)

Seperti dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia, sejumlah perwira memboikot upacara pelantikan Bambang Utoyo. Barisan Musik Angkatan Perang juga tidak dihadirkan.

Para perwira yang menolak penunjukan itu mendesak agar pelantikan Bambang Utoyo dibatalkan.

Meski mendapat penolakan, pelantikan tetap berlangsung meskipun tanpa kelengkapan tata upacara militer seperti biasanya. Lagu Indonesia Raya tetap dikumandangkan dengan iringan Barisan Musik Pemadam Kebakaran (Damkar) karena barisan musik TNI tidak hadir.

Perselisihan ternyata tidak berakhir setelah pelantikan. Bambang Utoyo bahkan tidak diizinkan memasuki Markas Besar Angkatan Darat. Peristiwa tersebut berujung pada munculnya mosi Zainal Baharuddin yang turut menjatuhkan Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Kabinet pengganti yang dipimpin Burhanuddin Harahap juga menghadapi tekanan terkait konflik di tubuh TNI tersebut. Kabinet Burhanuddin Harahap akhirnya kembali menunjuk Nasution sebagai KSAD pada 1 November 1955. Nasution juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Mayor.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
13 jam lalu

Daftar Lengkap Reshuffle Kedelapan Kabinet Prabowo 15 Oktober 2026: 9 Pejabat Dilantik

13 jam lalu

KSAD Jenderal Tandyo Respons Isu Jadi Calon Panglima TNI: Domain Presiden

14 jam lalu

Harta Kekayaan KSAD Tandyo Budi Revita Rp6,8 Miliar, Punya 17 Bidang Tanah

15 jam lalu

Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Ini Rekam Jejak Jenderal Bintang Empat Lulusan Akmil 1991

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal