Kisah Pedagang Sayur Sepiati Rela Jadi Penari Topeng demi Lunasi Utang

Riezky Maulana
Warga Tambak Asri, Surabaya, penari topeng Sepiati bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto Kemensos).

Mensos lantas mengajak si ibu duduk di emperan rumah warga, dan berbincang.  Dari identitas KTP, nama ibu ini adalah Sepiati, warga Tambak Asri, Surabaya.

“Njajal crito o, ngopo kok kowe ngene iki. Ga onok kerjoan liyani tah," tanya Risma lagi.

Sepiati akhirnya bercerita. Hidupnya tengah dilanda kesulitan ekonomi. Suaminya hanya pengayuh becak dengan pendapatan tidak bisa diandalkan. Sehari-hari, dia berdagang sayur di rumah kontrakannya.

Biaya kontrak Rp750.000 dan biaya hidup sehari-hari dengan satu anak sekolah SMP, lebih tinggi dari penghasilan. 

Akhirnya, Sepiati pun terjerat utang sampai Rp5 juta. Maka, siang setelah dagang sayuran selesai, Sepiati mulai mengenakan kostum hijau dan memasang topeng.

Dari kampung ke kampung dirinya berkeliling untuk menari. Berharap mendapatkan pemasukan tambahan guna membayar utangnya.

“Utang kulo kathah bu. Bojo kulo tukang becak. (Utang saya banyak bu. Suami saya pekerjaannya sebagai tukang becak)," jelas Sepiati ke Risma.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

MBG untuk Lansia dan Disabilitas Segera Meluncur, Skema Dimatangkan

Nasional
25 hari lalu

Purbaya Pastikan APBN Tak Jebol meski Tanggung Utang Whoosh

Nasional
26 hari lalu

Purbaya Jamin Defisit APBN 2026 Tak Lebih 3 Persen

Nasional
27 hari lalu

Purbaya Ngaku Belum Diajak Bahas Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal