Komnas HAM Ungkap Awal Tragedi Kanjuruhan: Aremania ke Lapangan untuk Beri Semangat

Achmad Al Fiqri
Polisi menembakkan gas air mata ke tribun Stadion Kanjuruhan (foto: Antara)

"Teman-teman Arema itu datang, menghampiri pemain, memeluk pemain, saling menangis, terutama pemain asli Malang yang besar dan lahir di Malang, besar di pembinaan klub Arema sampai masuk di Arema, itu pada menangis terus dipeluk dikasih semangat. Itu terkonfirmasi kami dapatkan informasinya demikian," ucapnya.

Aparat keamanan pertama kali menembakkan gas air mata ke tribun selatan pada pukul 22.08.59 WIB. Penembakan membuat penonton berhamburan keluar stadion. Pintu tribun pun tak muat untuk dijadikan jalur keluar para suporter yang panik.

Kecilnya pintu membuat massa berebutan dan berdesakan, hingga akhirnya memicu jatuhnya korban jiwa.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

Komnas HAM bakal Punya Unit Penyidik, Menteri Pigai: Taringnya juga Naik

Nasional
22 hari lalu

Punya Unit Penyidik, Natalius Pigai: Komnas HAM akan Seperti KPK

Nasional
23 hari lalu

Natalius Pigai: Komnas HAM Boleh Bentuk Unit Penyidikan Pelanggaran HAM Berat

Soccer
1 bulan lalu

Aremania Serbu SUGBK, Suasana Persija vs Arema FC Jadi Sorotan Super League

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal