Komnas HAM Ungkap Awal Tragedi Kanjuruhan: Aremania ke Lapangan untuk Beri Semangat

Achmad Al Fiqri
Polisi menembakkan gas air mata ke tribun Stadion Kanjuruhan (foto: Antara)

"Teman-teman Arema itu datang, menghampiri pemain, memeluk pemain, saling menangis, terutama pemain asli Malang yang besar dan lahir di Malang, besar di pembinaan klub Arema sampai masuk di Arema, itu pada menangis terus dipeluk dikasih semangat. Itu terkonfirmasi kami dapatkan informasinya demikian," ucapnya.

Aparat keamanan pertama kali menembakkan gas air mata ke tribun selatan pada pukul 22.08.59 WIB. Penembakan membuat penonton berhamburan keluar stadion. Pintu tribun pun tak muat untuk dijadikan jalur keluar para suporter yang panik.

Kecilnya pintu membuat massa berebutan dan berdesakan, hingga akhirnya memicu jatuhnya korban jiwa.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
4 hari lalu

Komnas HAM Bongkar Krisis Lapas: Kelebihan Kapastian 10 Tahun hingga Akses Pemantauan Terbatas

6 hari lalu

Mary Jane Diampuni Presiden Filipina, Komnas HAM: Contoh Nyata Negara Lindungi HAM

11 hari lalu

Amankan Demo Buruh dan Mahasiswa di Jakarta, Polri Penuhi 26.386 Personel Gabungan

20 hari lalu

3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Komnas HAM Tuntut Keadilan bagi Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal