KPI Ungkap Hoaks hingga Ujaran Kebencian Tumbuh Subur di Media Baru, Ini Sebabnya

Ariedwi Satrio
Komisioner KPI Pusat bidang Kelembagaan, Hardly Stefano Pariela menjadi narasumber dalam kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa. (Foto dok KPI).

Hardly menjelaskan bahwa hingga saat ini mayoritas masyarakat Indonesia masih banyak yang mengonsumsi media televisi baik melalui siaran free to air (FTA) atau pun televisi berlangganan (Pay TV). Meski demikian, sebagian besar sudah mulai beralih menggunakan internet.

Agenda migrasi siaran televisi digital pada 2 November 2022 mendatang, kata Hardly, akan menghadirkan saluran-saluran televisi yang semakin banyak dari jumlah yang ada sekarang. Di sisi lain, perkembangan internet pun telah menghadirkan disrupsi informasi.

"Setiap orang berkesempatan menjadi produsen informasi yang dapat diakses oleh jutaan penonton," ujar Hardly.

Dengan kondisi inilah, ditekankan Hardly, masyarakat harus meningkatkan kapasitas literasi media.  Hal itu penting agar masyarakat berdaya dan memiliki ketahanan informasi yang baik.

"Harapannya, dengan kapasitas literasi yang baik, masyarakat mampu menjadikan media sebagai alat mendapatkan informasi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri atau pun lingkungan sekitarnya," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Beredar Surat Polres Tanjung Priok Minta THR, Polisi Pastikan Hoaks!

Nasional
10 hari lalu

SPS: Perjanjian Dagang RI-AS terkait Digital Ancam Industri Media Nasional

Nasional
14 hari lalu

Pansel Minta Masukan Publik soal Calon Anggota KPI: Penting untuk Telusuri Rekam Jejak

Nasional
26 hari lalu

Istana Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional: Mari Lawan Hoaks dan Disinformasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal