JAKARTA, iNews.id - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendorong literasi media dan digital masuk dalam kurikulum sekolah dasar (SD) untuk membekali anak menghadapi berbagai risiko di ruang digital. Usulan tersebut dinilai penting agar pemahaman mengenai penggunaan media dan teknologi dibangun sejak dini.
Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, menilai masih banyak masyarakat yang mampu menggunakan internet dan perangkat digital, tetapi belum memahami cara kerja media sosial, algoritma, serta cara memanfaatkan ruang digital secara optimal.
“Kita tahu bagaimana konek ke internet, menggunakan gawai, termasuk bermain medsos. Tapi pemahaman kita bagaimana medsos bekerja, seperti apa algoritma, dan bagaimana cara mengambil keuntungan dari internet, masih belum banyak yang paham," ujar Tulus, Senin (10/8/2026).
Menurut Tulus, minimnya pemahaman tersebut dapat membuat masyarakat lebih rentan terhadap berbagai persoalan di ruang digital. Mulai dari perilaku impulsif, kecanduan media sosial, gangguan kesehatan mental, penipuan, hingga penyebaran hoaks.
Masyarakat juga berpotensi terjebak dalam echo chamber dan filter bubble sehingga informasi yang diterima semakin terbatas pada pandangan tertentu.