KPK Tangani 1.607 Perkara sejak 2004, Paling Banyak Kasus Penyuapan

Riyan Rizki Roshali
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (foto: MPI)

Ghufron menjelaskan, masyarakat Indonesia masih permisif dengan pemberian amplop terutama ketika memilih pemimpin. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup sekadar menangkap pelaku, tetapi juga harus ada pencegahan.

"Masyarakat semakin permisif. Tidak melihat lagi amplop-amplop pilkada, pileg, maupun pilpres itu sebagai sebuah hal yang negatif, tabu, atau kemudian diharamkan. Tidak ada. Ini wajah kita. Wajah korupsi di Indonesia saat ini," katanya.

Menurutnya, semakin banyak koruptor yang ditindak, semakin berkembang pula modus-modus korupsi.

"Semakin hari semakin dikejar, semakin banyak ditangkap, ternyata korupsinya lebih cepat bereproduksi. Semakin canggih modusnya, semakin buas," kata dia.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
5 jam lalu

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru Kasus Suap Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

6 jam lalu

KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Sembunyikan Uang Rp2,25 Miliar di Rumah Sakit, Modusnya Beli Saham

7 jam lalu

KPK Ungkap Modus Korupsi Bupati Lombok Barat, Atur Proyek hingga Terima Suap

8 jam lalu

Dody Hanggodo Sebut Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, 6 Pejabat Terseret Kasus Korupsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal