KPK Ungkap Joki Skripsi Masih Marak Terjadi di 91% Kampus, Ini Datanya

Nur Khabibi
Ilustrasi joki skripsi ditemukan di 91 persen kampus. (Foto: freepik)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan masih adanya praktik kecurangan di dunia pendidikan, mulai dari menyontek, plagiarisme hingga penggunaan jasa joki untuk mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Temuan tersebut terungkap dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang dirilis KPK pada Selasa (6/10/2026).

Survei SPI Pendidikan 2026 melibatkan 42.810 responden. Jumlah tersebut terdiri dari 41.720 responden pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta 1.090 responden dari perguruan tinggi.

Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dian Novianthi, mengatakan masih ada peserta didik yang tidak berani menolak ajakan menyontek.

"Ini kami temukan di 18 responden dasar/menengah, yang terjadi di 43 persen satuan pendidikan, dan di perguruan tinggi terjadi di 18 persen responden, dan di 71 persen satuan pendidikan level perguruan tinggi (PT)," kata Dian.

Selain itu, survei menemukan persoalan plagiarisme masih terjadi, terutama di perguruan tinggi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
53 menit lalu

Panggil Nusron Wahid Pekan Ini, KPK Ingatkan Wajib Hadir

2 jam lalu

KPK Periksa Nusron Wahid Pekan ini terkait Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian ATR/BPN

23 jam lalu

PT Riau Perberat Vonis Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Jadi 4 Tahun Penjara, KPK Masih Pikir-Pikir

1 hari lalu

KPK Ingatkan Pejabat Baru Segera Lapor LHKPN, Data Harus Benar dan Lengkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal