JAKARTA, iNews.id - Tanggal 10 April 1815 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Nusantara. Dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara, Gunung Tambora memuntahkan energi yang belum pernah disaksikan manusia modern, melebihi letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau pada 1883.
Dentumannya terdengar hingga Pulau Sumatra, lebih dari 2.000 kilometer jauhnya. Seperti dilansir dari laman Scientific American, pejabat Inggris di Jawa, Thomas Stamford Raffles, sempat mengira suara itu berasal dari tembakan meriam dan memerintahkan pasukan bersiaga.
Tak ada yang menyangka, suara tersebut berasal dari letusan gunung api yang kemudian mengubah cuaca dunia.
Sebelum meletus, Tambora diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 4.300 meter. Namun, setelah erupsi besar itu, puncaknya runtuh dan menyisakan kaldera raksasa sedalam ratusan meter.
Letusan Tambora diklasifikasikan sebagai VEI-7 (Volcanic Explosivity Index), satu tingkat di bawah supererupsi. Banyak ilmuwan menyebutnya sebagai letusan terbesar dalam sejarah modern dan salah satu yang paling dahsyat dalam seribu tahun terakhir.