“Kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan, gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi,” tutur Lucia.
Selain rumah sakit lapangan, Kemenkes juga membuka tenda pelayanan Puskesmas di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah, termasuk Nagekeo.
Dengan fasilitas tersebut, pelayanan kesehatan bagi korban gempa diharapkan tetap berjalan, mulai dari penanganan cedera seperti patah tulang hingga kebutuhan medis yang harus dilakukan secara rutin maupun tidak dapat ditunda.