JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (23/10/2026), turun 20 poin atau sekitar 0,11 persen ke level 18.080 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni kekhawatiran akan adanya gangguan lebih lanjut pada pasokan energi menyusul serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.
Adapun Saudi Aramco pada hari Kamis memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, yang terletak di kawasan Teluk dekat Bahrain, seiring dengan meningkatnya pertempuran antara eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.
“Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berkecamuk sejak kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran bergerak maju menuju Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Dari sentimen dalam negeri, kombinasi antara harga minyak yang tinggi (di kisaran USD100 per barel) dan lonjakan harga pangan menimbulkan guncangan ganda (double shock) yang secara langsung menekan ketahanan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, kombinasi tersebut berdampak terhadap APBN dan kekhawatiran fiskal.