Lima Jenderal Bintang 3 TNI Jadi Gubernur DKI, Nomor 2 Ajudan Panglima Soedirman

Zen Teguh Triwibowo
Letjen TNI Tjokropranolo (dua dari kiri) sedang makan bersama Presiden Soeharto. (Foto istimewa).

2. Letjen TNI (Pur) Tjokropranolo

Tentara kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 21 Mei 1924 ini mengawali karier militer dengan mengikuti pendidikan militer era penjajahan Jepang, Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor, Jawa Barat.  Lulus dia ditunjuk sebagai komandan peleton (shodancho) hingga mengikuti pelatihan gerilya Yugekitai di Salatiga, hingga Agustus 1945.

Seperti kebanyakan pemuda Indonesia, setelah Jepang kalah dari sekutu, Tjokropranolo bergabung BKR di Magelang, sampai menjabat komandan deputi penjaga markas Tentara Keamanan Rakyat atau TKR. Catatan emas dalam perjalanan hidupnya antara lain kala dia menjadi pengawal pribadi/ajudan Jenderal Besar Soedirman di Yogyakarta pada 1946. Kala itu dia menyandang pangkat kapten. 

Letjen TNI Tjokropranolo terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta melalui rapat pemungutan suara untuk menentukan pucuk pimpinan Ibu Kota itu pada 1977. Sebelumnya dia merupakan penjabat gubernur selama 80 hari. Dalam pemilihan di gedung Dewan, pria yang kelak akrab disapa Bang Nolly itu mendapatkan 32 suara dari 40 suara anggota DPRD. 

“Tjokropranolo merupakan calon terkuat dari tiga calon yang ada yakni HR Suwondo (mantan gubernur) dan R Sukiyat (tokoh buruh). Dalam pemilihan keduanya mendapatkan masing-masing empat suarat,” kata Restu Gunawan dalam buku Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa. 

3. Letjen TNI (Pur) Raden Soeprapto

Letjen TNI R Soeprapto juga mengawali karier ketentaraannya juga dari era Jepang dengan bergabung di pasukan Peta. Berbagai jabatan yang pernah diembannya antara lain Wadanyon 428, 441 (1951–1955), Waas III Pers Staf Ter IV (1957–1960), Danmen Taruna Akmil (1960–1964), hingga Asisten 2/OPS Kodam VII Diponegoro (1964–1967).

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kolonel Diduga Terlibat Kasus Motor Listrik BGN, Mabes TNI Buka Suara

57 tahun lalu

Kejagung Ungkap Dugaan Peran Kolonel TNI di Kasus Motor Listrik BGN: Mark Up Harga

57 tahun lalu

Kritik Penangkapan Roy Suryo, Pengacara: Seperti Penculikan Jenderal di Film G30S/PKI

57 tahun lalu

Jokowi bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa, Kuasa Hukum Yakin Bisa Jawab Semua Tuduhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal