Tercatat 683.000 penderita dengan 45.000 yang meninggal dunia. Sebaran yang cepat ini karena New York merupakan kota padat penduduk, pusat bisnis dunia, dan tujuan wisata.
Mobilitas manusia di New York sangat dinamis. Sebagai pencegahan, pemerintah New York menggalakkan tes massal. Langkah selanjutnya pemberlakukan New York on Pause hingga September nanti.
“Tidak ada lockdown total, tapi mobilitas warga dibatasi dengan penerapan social dan physical distancing dengan New York on Pause. Langkah ini didukung penyediaan 3,5 juta masker gratis dan warga yang berdisiplin sehingga berhasil menekan laju korban Covid-19,” katanya.
Dia menambahkan, di area kerja KJRI New York yang meliputi 15 negara bagian di wilayah pantai timur Amerika Serikat, terdapat 31.948 Warga Negara Indonesia (WNI). Dari jumlah tersebut ada 41 orang yang positif Covid-19 dan 11 orang telah meninggal dunia.
Dia memastikan KJRI terus memonitor kondisi seluruh WNI melalui media sosial, memantau informasi dari fasilitas kesehatan setempat, berkoordinasi dengan semua negara bagian, termasuk menyediakan fasilitas kesehatan di KJRI.