"Putra Madura, pandai bahasa Madura tapi bahasa Arabnya lebih bagus lagi. Saya berkunjung sebagai pribadi, sudah puluhan tahun, bersahabat. Saya pernah memberi pengantar buku yang ditulis oleh beliau dengan sangat bagus," kata Mahfud dalam kunjungannya.
Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Mahfud juga sempat berziarah ke makam Kiai Asad Samsul Arifin dengan ditemani Kiai Afifuddin. Mengenai pilihan politik dalam Pemilu, Mahfud yakin para kiai dan ulama sepuh di Jatim sudah punya pertimbangan sendiri dalam menentukan pilihan Capres-Cawapres.
"Kita minta doanya saja. Para kiai ini sudah cerdas dan paham. Yang penting rakyat dan santri, tidak menjadi korban karena perbedaan pilihan politik," ungkapnya.
Meski demikian, Mahfud mengaku, selama ini saat berkunjung ke para kiai, semua terbuka.
“Yang paling penting, silaturahmi terus terjalin dengan para guru dan ulama. Agar Pemilu tetap berjalan damai dan baik," tandas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.