Kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik menganalisis data logger atau perangkat yang merekam berbagai parameter operasional penting selama perjalanan kereta.
Dari hasil analisis, Anom mengatakan masinis baru melakukan pengereman darurat ketika kereta berjarak 263 meter dari titik tabrakan dengan KRL 5568. Menurut penyidik, pengereman darurat seharusnya dapat dilakukan dari jarak yang lebih jauh.
"Penyidik berkesimpulan bahwa tindakan emergency brake seharusnya bisa dilakukan lebih jauh jaraknya dari tindakan yang dilakukan pada saat pengereman pertama pada saat terjadinya kecelakaan," ucapnya.