Masyarakat Mulai Tinggalkan Pinjaman Konvensional, Beralih ke Pindar

Rohman Wibowo
Ilustrasi masyarakat beralih dari pinjaman konvensional ke pinjaman daring. (Foto: Freepik)

"Salah satu faktornya tadi ada credit gap. Jadi permintaannya (pindar) tetap tinggi dan sisi lain perbankan itu tidak bisa catch up karena berbagai faktor termasuk administrasi," ujar Huda.

Sementara itu, ia turut menyoroti dampak kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Sadewa soal dana Rp200 triliun bagi perbankan. Sebab, terdapat credit gap antara penyaluran pinjaman perbankan dan pindar. 

"Jadi ini cukup menarik kalau melihat data bahwa kredit kita minus sampai 0,65 persen, pertumbuhannya minus, tapi satu sisi permintaan untuk kredit UMKM yang non-KUR meningkat. Ini jadi ada anomali apakah UMKM ini memang rendah (kredit) atau switching (ke pindar)," kata Huda

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
5 hari lalu

Bayan CraftArt Fest Jaga Warisan Budaya Lokal Tetap Hidup, Intip Keseruannya!

21 hari lalu

Dosen DKV MNC University Bantu UMKM Citaringgul Naik Kelas dengan Perkuat Branding dan Kemasan Produk

22 hari lalu

Wajah Baru Blok M, Ruang Publik Modern Terintegrasi MRT Jakarta

30 hari lalu

Partai Perindo Sebut Evaluasi Batas Bebas Pajak UMKM Langkah Positif, Dorong Usaha Naik Kelas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal