Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara).
Antara

JAKARTA, iNews.id - Semua riset yang dilakukan di Indonesia harus untuk kepentingan dan kemajuan bangsa. Riset dinilai bukan hanya sekadar untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri dalam Pembukaan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) 2021 dalam jaringan di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

"Penelitian itu tidak hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan saja, tapi research for nation (riset untuk kepentingan bangsa)," ujar Megawati.

Dia menuturkan BRIN harus melangkah dengan cepat dan tidak mulai dari nol untuk menghasilkan produk riset, inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Maju bersama, bergerak bersama, totalitas untuk kemajuan bangsa," tuturnya.

Saat pandemi Covid-19, dia mulai khawatir jika Indonesia kekurangan beras ketika negara-negara lain penghasil beras menutup keran ekspornya. Dia menilai perlu menanam 10 jenis tanaman pangan lokal pendamping beras seperti jagung, ubi jalar, sukun, sagu dan sorgum.

Menurutnya, riset tanaman pangan juga diharapkan terus dilaksanakan untuk mendukung ketahanan pangan. Megawati mendorong tim riset lebih meneliti kegunaan dari tanaman-tanaman yang menjadi keanekaragaman hayati Indonesia untuk kepentingan bangsa.

Pada kesempatan itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan, BRIN akan memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Tanah Air dan membuat rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah sebagai dasar bagi kementerian/lembaga (K/L) menelurkan berbagai kebijakan berbasis sains di sektornya masing-masing.

Dia mengungkapkan, akan terus berkomitmen memberikan dukungan dalam pengembangan riset di Indonesia. Selain itu, kata dia BRIN juga tetap mendukung kebijakan berbasis sains di K/L dalam bentuk kerja sama riset, peminjaman sumber daya manusia (SDM) periset dan juga penugasan untuk berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi.



Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT