"Pak Menteri menekankan bahwa kita harus menjadi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil mukminin. Artinya, pengabdian kita melibatkan berbagai elemen, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk melayani umat secara umum dan membangun bangsa," ujar Idrus.
Idrus memaparkan tiga fokus utama Forum Alumni PTKIN ke depan: pertama, merawat tradisi Intelektualitas dengan merumuskan konsep-konsep strategis sebagai program pembangunan untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kedua, peningkatan kualitas almamater dengan menjalin komunikasi intensif dengan 59 pimpinan PTKIN se-Indonesia guna memastikan universitas mampu mencetak cendekiawan yang kuat secara konsep dan aplikasi.
Ketiga, konsolidasi keumatan dan kebangsaan, dengan menjadikan forum ini sebagai alat pemersatu bangsa, agar tidak ada lagi sekat antara agama dan adat, melainkan satu kesatuan untuk kemajuan Indonesia.
"Dan yang paling penting lagi adalah bagaimana agar supaya program-program yang kita lakukan nanti ke depan ini betul-betul orientasinya adalah kesatuan dan persatuan yang bahasa lebih kerennya itu adalah bagaimana konsolidasi keumatan dan kebangsaan ini bisa jalan," katanya.