Menurutnya, penetapan harga acuan telur mempertimbangkan kepentingan peternak sekaligus konsumen. Perhitungannya mencakup biaya produksi, distribusi, hingga tingkat harga yang masih dapat dijangkau masyarakat.
Demo Harga Telur Anjlok, Peternak di Pekalongan Bagikan Ayam Gratis ke Warga
"Jadi kita sudah hitung kenapa harganya Rp30.000 harga acuannya. Kita sudah hitung berapa biaya distribusi, berapa biaya produksi, kemudian berapa harga yang bisa terjangkau oleh masyarakat," tutur dia.
Dia menjelaskan harga acuan tersebut menjadi referensi dalam mempertemukan harga di tingkat produsen dan pembeli. Harga Rp30.000 per kilogram telah ditetapkan sejak Juni 2024 dan masih berlaku hingga saat ini.
"Sehingga harga itu sekarang sudah mencapai Rp26.800, artinya sudah mendekati HET (Harga Eceran Tertinggi). HET itu harga eceran tertinggi atau harga acuan, ini harga referensi atau harga pertemuan antara produsen dan pembeli," ujarnya.
Busan juga mengingatkan kondisi harga telur pada masa sebelumnya. Saat harga berada di kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram, sejumlah peternak mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan pakan.