Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya
Advertisement . Scroll to see content

Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal

Jumat, 09 Oktober 2026 - 01:00:00 WIB
Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal
Mendag ungkap harga telur ayam tak boleh dijual terlalu murah di bawah HET. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Menurutnya, penetapan harga acuan telur mempertimbangkan kepentingan peternak sekaligus konsumen. Perhitungannya mencakup biaya produksi, distribusi, hingga tingkat harga yang masih dapat dijangkau masyarakat.

"Jadi kita sudah hitung kenapa harganya Rp30.000 harga acuannya. Kita sudah hitung berapa biaya distribusi, berapa biaya produksi, kemudian berapa harga yang bisa terjangkau oleh masyarakat," tutur dia.

Dia menjelaskan harga acuan tersebut menjadi referensi dalam mempertemukan harga di tingkat produsen dan pembeli. Harga Rp30.000 per kilogram telah ditetapkan sejak Juni 2024 dan masih berlaku hingga saat ini.

"Sehingga harga itu sekarang sudah mencapai Rp26.800, artinya sudah mendekati HET (Harga Eceran Tertinggi). HET itu harga eceran tertinggi atau harga acuan, ini harga referensi atau harga pertemuan antara produsen dan pembeli," ujarnya.

Busan juga mengingatkan kondisi harga telur pada masa sebelumnya. Saat harga berada di kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram, sejumlah peternak mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan pakan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut