JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perkembangan terbaru penanganan sektor kesehatan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Dia memastikan layanan kesehatan berangsur pulih setelah melalui beberapa tahap penanganan intensif.
Budi menuturkan, sejak bencana terjadi, Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk memastikan layanan kesehatan di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara dapat kembali berfungsi secepat mungkin.
Budi menyebut, dalam enam pekan terakhir dirinya telah enam kali turun langsung ke lokasi terdampak.
“Begitu bencana terjadi, saya diperintahkan Presiden untuk memastikan layanan kesehatan segera pulih. Rumah sakit menjadi prioritas karena menyangkut penyelamatan nyawa,” ucap Budi dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Pada tahap awal penanganan, Kemenkes memfokuskan pemulihan layanan rumah sakit. Dari total 87 rumah sakit yang terdampak bencana, sembilan di antaranya sempat berhenti beroperasi akibat banjir dan kerusakan berat.
Rumah sakit tersebut berada di Aceh dan satu rumah sakit di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Melalui pembentukan Health Emergency Operation Center (HEOC) pada 1 Desember 2025 dan dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit terdampak berhasil kembali beroperasi dalam waktu dua minggu, meski belum berfungsi secara penuh.
“Dalam dua minggu, seluruh 87 rumah sakit sudah bisa melayani pasien kembali. Ada yang belum 100 persen karena masih lumpur atau alat rusak, tapi pelayanan dasar sudah berjalan,” kata Budi.
Memasuki tahap kedua pada pekan ketiga Desember, Kemenkes fokus memulihkan layanan Puskesmas. Dari 867 Puskesmas terdampak, sebanyak 152 di antaranya sempat berhenti beroperasi karena terendam banjir parah.
Hingga awal Januari 2026, tersisa tiga Puskesmas di Aceh yang belum dapat beroperasi, dua di antaranya harus dibangun ulang karena mengalami kerusakan total.
“Puskesmas ini krusial karena melayani warga di sekitar dan pengungsi. Target kami, masyarakat tidak perlu ke rumah sakit jika bisa ditangani di Puskesmas,” tuturnya.