Mentan Amran Bongkar Modus Pengoplosan Beras SPHP: Hak Orang Miskin Diambil!

Tangguh Yudha
Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkap modus pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium yang diduga melibatkan ratusan ton beras. (Foto: Tangguh Yudha)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap modus pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium. Pelaku diduga membongkar kemasan asli beras yang dibeli dari Perum Bulog, lalu memindahkannya ke karung lain sebelum dijual kembali.

"Jadi dia ini membeli, order ke Bulog, setelah diorder, dijualkan. Nah, yang membeli ini dibongkar bungkusannya, kemudian masukkan karung. Sebagian lompat menjadi premium, kemudian langsung sebagian dioplos baru dijual," ujar Amran dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).

Mentan Amran mengatakan, pelaku menggunakan karung polos tanpa merek sebagai kemasan sementara. Namun, pemerintah masih mendalami praktik tersebut, termasuk jumlah beras yang dioplos diperkirakan mencapai 600 ton dan berpotensi lebih besar.

"Nanti dia ganti karung sementara. Polos (tanpa merek). Tapi nanti kita lihat pendalaman," katanya.

Amran mengecam praktik pengoplosan beras SPHP karena dinilai merampas hak masyarakat kurang mampu. Beras SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 jam lalu

Mentan Amran Copot 8 Pejabat Bulog dan Bapanas Buntut Kasus Pengoplosan Beras SPHP

19 jam lalu

Mentan Amran Ancam Pecat Pegawai Bulog jika Terlibat Oplos Beras SPHP Jadi Premium

23 jam lalu

Mentan Amran Murka! Beras Subsidi Dioplos dan Dijual Harga Premium, Minta Pelaku Dihukum Mati

2 hari lalu

BULOG Kuasai 4,5 Juta Ton, Cadangan Beras Pemerintah Indonesia Unggul Jauh Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal