Mentan Amran Murka! Beras Subsidi Dioplos dan Dijual Harga Premium, Minta Pelaku Dihukum Mati

Tangguh Yudha
Mentan Andi Amran Sulaiman murka menemukan dugaan pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). (Foto: iNews/Tangguh Yudha)

JAKARTA, iNews.id - Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman murka setelah menemukan dugaan praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium di Jakarta Timur. Amran menegaskan pelaku harus dijatuhi hukuman berat, bahkan menyebut hukuman mati layak dipertimbangkan jika aturan memungkinkan.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat konferensi pers setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah rumah di kawasan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).

Amran mengecam praktik tersebut karena beras SPHP merupakan beras bersubsidi yang ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

"Ini adalah biadab. Tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi. Ini dioplos, dirampok ini. Ini biadab ini," katanya.

Amran juga menilai tindakan tersebut layak mendapat hukuman paling berat karena merugikan masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
6 hari lalu

Prabowo Puji Mentan Amran Tak Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan: Bagus

10 hari lalu

Mentan Amran Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan, Soroti Harga Ayam hingga Telur

11 hari lalu

Mentan Amran Surati Kapolri Jenderal Suyudi, Minta Mafia Pangan Ditindak Tegas

1 bulan lalu

Mentan Amran Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Imbas Beras Ilegal: Ini Musuh Negara!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal